Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, jajaran Polsek Sananwetan melalui Unit Intelkam melaksanakan kegiatan penggalangan dan deteksi dini terkait potensi ketegangan konflik pasca dualisme yang terjadi di tubuh internal Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Parluh 16 dan Parluh 17. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026, pukul 10.00 WIB, bertempat di Padepokan PSHT Cabang Kota Blitar, Lingkungan Ngegong, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, wilayah hukum Polsek Sananwetan Polres Blitar Kota.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Unit Intelkam Polsek Sananwetan melakukan koordinasi langsung dengan Sdr. Slamet Widodo selaku Ketua PSHT Ranting Sananwetan Cabang Kota Blitar. Pertemuan berlangsung dengan suasana dialogis dan penuh keakraban sebagai bentuk pendekatan humanis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika internal organisasi masyarakat.

Anggota Intelkam menyampaikan sejumlah himbauan kamtibmas, di antaranya agar seluruh anggota PSHT, khususnya di wilayah Sananwetan, tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun pihak-pihak yang berpotensi memicu konflik lanjutan pasca dualisme yang terjadi. Selain itu, Polri juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Lebih lanjut, Polsek Sananwetan juga menekankan pentingnya peningkatan sinergi dan kemitraan antara Polri dengan tokoh-tokoh PSHT dalam menjaga keamanan lingkungan. Melalui komunikasi yang baik dan koordinasi yang intensif, diharapkan setiap potensi gangguan kamtibmas dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Sdr. Slamet Widodo menyampaikan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak PSHT Cabang Kota Blitar terkait perkembangan situasi konflik yang terjadi. Ia juga menyatakan kesiapan untuk ikut serta menjaga kondusifitas wilayah serta mengarahkan anggotanya agar tetap menjaga ketertiban.

Polri juga memberikan penekanan agar tidak dilakukan kegiatan yang berlebihan, seperti konvoi pasca Parapatan Luhur, yang berpotensi menimbulkan gesekan di masyarakat. Himbauan ini disampaikan sebagai langkah preventif guna menghindari potensi konflik terbuka yang dapat meresahkan warga.

Dengan dilaksanakannya kegiatan penggalangan dan deteksi dini ini, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Sananwetan tetap aman, damai, dan kondusif, serta hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat, khususnya warga PSHT, semakin solid dalam menjaga persatuan dan ketertiban bersama.