
Pemilik gudang tempat produksi bernama Bathok Koi, Anas Faisol warga Jalan Kaliabab Tanjungsari kecamatan Sukorejo Kota Blitar saat kebakaran terjadi tidak berada ditempat. gudang tempat produksi kerajinan bathok dalam kondisi kosong karena masa pandemi Covid-19 sehingga produksi kerajinan bathok di lokasi berhenti.
Kebakaran pertama kali diketahui tetangga korban. Warga melihat kepulan asap di gudang kerajinan Bathok. api cepat membesar karena barang-barang yang disimpan di gudang mudah terbakar. Gudang itu menyimpan bahan-bahan kerajinan, mulai bathok, kayu dan kertas. Warga segera melaporkan kejadian itu ke warga lainnya kemudian dilanjutkan ke Polsek Sukorejo dan Pemadam kebakaran. Akibat kebakaran itu korban mengalami kerugian mencapai Rp 200 juta.

Polisi sudah memasang garis polisi atau police-line di sekitar lokasi kebakaran untuk memudahkan penyelidikan. Tidak ada korban jiwa pada kebakaran ini. Api baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit kemudian oleh warga setelah 2 unit mobil kebakaran datang ke lokasi kebakaran.

Polres Ponorogo Perbaiki Jembatan Darurat, Akses Dua Desa di Ngebel Kembali Normal
Pusdik Brimob Gelar Aksi Bersih Pantai Pasir Putih Situbondo, Tindak Lanjuti Arahan Presiden RI
Gandeng Media Polres Pelabuhan Tanjungperak Ajak Warga Jadi Pelopor Tertib Lalu Lintas
Antisipasi Balap Liar, Polsek Sukorejo Intensifkan Patroli Blue Light pada Malam Hari