Polsek Sananwetan Polres Blitar Kota kembali melaksanakan kegiatan “Jumat Curhat” sebagai bentuk pendekatan humanis kepada masyarakat, bertempat di Perumahan BTN ASABRI, Jalan S. Supriyadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada Jumat, 06 Februari 2026 pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan secara langsung berbagai keluhan, masukan, maupun aspirasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan sekitar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Panit Binmas I Polsek Sananwetan Aiptu Roziek Mustofa, SH, Panit Samapta Polsek Sananwetan Aiptu Suyanto, SH, Panit Patroli Polsek Sananwetan Aiptu Joko Pranowo, Kanit Propam Polsek Sananwetan Aiptu Yogi Bahlawan, Kasi Humas Polsek Sananwetan Bripka Eko Yudianto, serta warga masyarakat Perumahan BTN ASABRI Kelurahan Gedog Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.
Dalam suasana penuh keakraban, petugas membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan berbagai curahan hati maupun aduan yang berkaitan dengan kondisi kamtibmas di wilayah Kota Blitar belakangan ini. Salah satu warga, Bapak Sugito, menyampaikan pertanyaan terkait pelaksanaan Operasi Keselamatan 2026 yang saat ini tengah berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah hukum Polres Blitar Kota.
Bapak Sugito menanyakan mengenai lamanya waktu pelaksanaan operasi tersebut, waktu dimulai dan berakhirnya kegiatan, sasaran target umum yang menjadi fokus operasi, serta indikator keberhasilan dari Operasi Keselamatan Semeru 2026 agar masyarakat memahami dan dapat mendukung program tersebut.
Menanggapi hal tersebut, petugas dari Polsek Sananwetan menjelaskan bahwa benar saat ini jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia secara serentak tengah melaksanakan Operasi Keselamatan Tahun 2026. Di jajaran Polda Jawa Timur, khususnya Polres Blitar Kota, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari, dimulai sejak tanggal 02 Februari hingga 15 Februari 2026.
Adapun sasaran target umum dalam Operasi Keselamatan 2026 antara lain pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, pengemudi kendaraan yang melebihi batas kecepatan maupun melawan arus, pengendara yang masih di bawah umur, pengemudi kendaraan roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengaman, mengemudikan kendaraan di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, menggunakan ponsel saat berkendara, penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar teknis atau knalpot brong, serta berboncengan lebih dari satu orang.
Petugas juga menambahkan bahwa indikator keberhasilan dari Operasi Keselamatan 2026 adalah terciptanya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) serta menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas sekecil mungkin, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun 2026.
Selain membahas operasi keselamatan, para tokoh masyarakat yang hadir juga menyampaikan harapan agar kegiatan patroli rutin serta sambang warga oleh Polsek Sananwetan dapat lebih ditingkatkan. Hal tersebut dinilai penting guna menciptakan rasa aman, nyaman, serta mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, Polsek Sananwetan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan secara langsung setiap aspirasi dan keluhan warga, serta berupaya memberikan solusi terbaik demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.



Polri Prihatin Tragedi NTT, Wakapolri Perintahkan Jajaran Turun Langsung Kawal Program Apbn 2026 Agar Bantuan Tepat Sasaran
Operasi Keselamatan Semeru 2026 Kakorlantas Polri Ajak Ojol di Kota Batu Jadi Pelopor Tertib Lalu Lintas
Polda Jatim Gelar Kerja Bakti Serentak Laksanakan Program Gerakan Indonesia Asri
POLSEK WONODADI PATROLI OBJEK VITAL DISEKITAR AREA BANK BRI