
Kerumunan terjadi tanpa kesengajaan. Masyarakat datang secara spontan, tanpa ada undangan.
Karena itu, menurut Indriyanto, wajar Polisi menolak laporan masyarakat atas peristiwa kerumunan di Maumere.
Sedangkan kerumunan yang terjadi saat RS dinilai oleh Pakar Hukum Pidana UI memang ada unsur niat yang melakukan pelanggaran hukum atas larangan normalnya.
“Memang ada niat melakukan pelanggaran hukum atas larangan normalnya,” ujar Indriyanto dalam keteranganya, Senin (1/3).
Sehingga permintaan pembebasan terhadap RS tersebut menurut Indriyanto jelas tidak beralasan.
“Karena penahanan RS (Rizieq Shihab) justru ada basis elementer, niat yang kuat untuk melakukan pelanggaran atas larangan dalam regulasi, yaitu tindak pidana,”jelas Pakar Hukum Pidana UI ini.
Disisi lain kata Indriyanto kerumunan warga saat menyambut Presiden Joko Widodo tidak bisa menjadi dalih untuk membebaskan Rizieq Syihab dari proses hukum.
Pasalnya, Eks wakil ketua Pansel Calon Pimpinan (Capim) KPK ini berpandangan, kerumunan di Maumere dan di Petamburan saat Rizieq menikahkan anaknya adalah hal yang berbeda.
Indriyanto menekankan tidak ada ajakan saat kerumunan warga di Maumere ketika menyambut Presiden Jokowi.

Patroli Pemukiman Malam, Polsek Sananwetan Sambangi Perumahan Grand Dharmawangsa Cegah Aksi Kejahatan 3C
Patroli Rutin Malam Polsek Sananwetan Sambangi Terminal Patria, Ciptakan Rasa Aman Bagi Calon Penumpang
Patroli Harkamtibmas Malam, Polsek Sananwetan Sambangi SPBU Sampaikan Himbauan dan Tingkatkan Kewaspadaan
Patroli Pertokoan Malam, Polsek Sananwetan Sambangi Toko Baju Pumada Antisipasi Kejahatan dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas