
Aiptu Aris mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka kasus bullying di satuan pendidikan, sehingga dapat mewujudkan sekolah yang ramah anak.
Menurutnya, sekolah memiliki peran sangat penting dalam mencegah terjadinya tindak perundungan tersebut, karena secara umum terjadinya kasus bullying di luar pantauan pihak sekolah.
“Peran orang tua murid tidak kalah penting dalam pembentukan karakter pribadi anak, karena faktor keluarga dianggap menentukan perkembangan anak, dampak dari perundungan sangat mempengaruhi psikologi anak seperti rasa minder, introvert dan tidak percaya diri,” imbuh Aiptu Aris.
Lanjutnya, efek paling parah dari bullying menyebabkan anak mengalami depresi.
Oleh karena itu,Aiptu Aris mengajak semua untuk mencegah terjadinya kasus bullying, khususnya di lingkungan pendidikan.
Di tempat terpisah,Kapolsek Ponggok AKP Tri Muliarso, S.H. mengungkapkan, peran serta guru sangat diperlukan dalam pencegahan bullying di lingkungan Pendidikan.
“Dengan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai dampak negatif dari perilaku bullying dan dengan melibatkan guru-guru, diharapkan pesan anti-bullying dapat disebarkan lebih luas dan menjadi bagian integral dari budaya sekolah,” pungkasnya.

Polres Pelabuhan Tanjungperak Libatkan 209 Personel Layani Haul Ke-549 Sunan Ampel
Jelang Ramadan, Satgas Pangan Polres Madiun Kota Pantau Bapokting
Polres Ngawi Ungkap Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi Ilegal
POLSEK WONODADI PATROLI OBJEK VITAL MALAM DI SEKITAR INDOMART