Masih dalam suasana semangat kepahlawanan ke-71 tahun 2016 dan menyikapi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) belakangan ini di sejumlah daerah Indonesia hingga di Blitar, Polres  Blitar Kota dan Polres Blitar  bersama Pemkab dan Pemkot Blitar menggelar apel besar kebhinekaan cinta damai di halaman Alun-Alun Blitar, Senin (15/11/2016).

Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Walikota Blitar, Muhammad Samanhudi Anwar.
4
Agenda ini dihadiri oleh Kapolres Blitar Kota, AKBP Rendra Radita Dewayana, Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya, Forkopimda Blitar Raya, Danyon 511, Jajaran Kodim 0808 Blitar, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan toko pemuda Blitar Raya, kepala SKPD Kota dan Kabupaten Blitar, para Kabag, Kasat, Kasi Polres Blitar Kota dan Polres Blitar dan sejumlah pelajar yang tergabung dalam pramuka Saka Bhayangkara.
5
Walikota Blitar, Muhammad Samanhudi Anwar saat membacakan amanat Kapolda Jatim, Irjan Pol Anton Setiadji yang isinya saat ini banyak kejadian-kejadian yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“ Itu semua merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara sesuai profesi masing-masing baik aparat pemerintah, TNI, polri maupun elemen masyarakat lainnya dalam rangka mencapai perikehidupan kebangsaaan yang merdeka bersatu berdaulat adil dan makmur serta patriotisme progresif,  kita semua harus mengembangkan ketahanan bangsa sehingga bisa mandiri dalam ekonomi, berdaulat dalam bidang politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” kata Kapolda dalam sambutan yang dibacakan Walikota Blitar.
Ditambahkan, bentuk negara kesatuan adalah ketentuan yang diambil oleh para faunding father pada tahun 1945 berdasarkan berbagai pertimbangan.  dan hasil pembahasan yang cukup mendalam Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati dan final.
“Selanjutnya kepada seluruh peserta apel saya harapkan untuk dapat menjaga keutuhan dan kesadaran berbangsa bernegara yang telah diwariskan oleh para pejuang hingga titik darah penghabisan,” imbuhnya.
1
Selanjutnya, ia mengajak seluruh peserta apel dalam upaya memelihara dan mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif sehingga tidak turut serta mengerahkan massa untuk melakukan aksi unjuk rasa ke jakarta.

“Kita ketahui bersama bahwa pada tanggal 4 November 2016 unjuk rasa yang dilaksanakan di Jakarta berakhir dengan ricuh, kita sebagai warga negara yang baik harus berani menolak sikap anti plurarisme dan anarkisme guna menjaga keutuhan NKRI agar terhindar dari konflik sosial yang berakar radikalisme dan fanatisme,” ajak Kapolda dalam sambutan yang dibacakan Samanhudi Anwar.