*LAMONGAN* – Gotong royong dalam rangka mewujudkan Lamongan bersih dari sampah dan zero waste, Bhabinkamtibmas Desa Kebalan Kulon Kecamatan Sekaran AIPDA Priyanto membantu masyarakat di desa binaannya untuk membersihkan selokan, maupun saluran irigasi pertanian.

 

Kegiatan gotong royong dilaksanakan untuk membersihkan sampah – sampah plastik, rumput dan ranting – ranting pohon yang tumbuh liar di sekitar area jalan desa.

 

Disela-sela kegiatan Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk senantiasa membiasakan menjaga lingkungan untuk tetap bersih, dan juga berharap agar kegiatan gotong royong dapat dilakukan rutin setiap minggunya sehingga lingkungan desa tetap terjaga kebersihannya.

 

“Gotong royong ini untuk membantu warga dalam membersihkan parit jalan Desa, sekaligus menjalin hubungan yang bersinergis antara Polri dan warga masyarakat,” kata AIPDA Priyanto.

 

Dengan mendekatkan diri kepada masyarakat baik dalam kegiatan sambang atau turut membantu kegiatan warga, pihaknya berharap juga bisa menggali informasi dan masukan yang penting bagi kinerja Polri.

 

Di tempat terpisah, Kasi Humas Polres Lamongan IPDA Anton Krisbyantoro, S.H menuturkan membersihkan lingkungan dan saluran air ini adalah salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya banjir.

 

“Kita ketahui beberapa wilayah yang ada di Jawa Timur terjadi banjir dalam musim hujan saat ini, untuk itu kami Polres Lamongan menindaklanjuti perintah bapak Kapolres melaksanakan kegiatan bersih – bersih lingkungan dan saluran irigasi yang ada,” kata IPDA Anton.

 

Selain itu lanjut IPDA Anton, Polres Lamongan juga melakukan mitigasi bencana dan menyiapkan pola – pola pengamanan warga masyarakat bila sewaktu – waktu terjadi bencana banjir.

 

“Untuk titik rawan banjir kita siapkan jalur evakuasi dan sudah disosialisasikan kepada warga melalui Bhabinkamtibmas yang ada di Polsek masing – masing,” tambah IPDA Anton.

 

Kasi Humas Polres Lamongan ini berharap masyarakat tetap waspada dan proaktif menjaga kebersihan lingkungan terutama saluran – saluran air yang ada di sekitarnya.

 

Dengan demikian tidak ada lagi sumbatan saluran air sehingga meminimalisir terjadinya banjir. (**)