baja-tulang-beton-310x165Tribratanews(Gresik)– PT. Ris Wringinanom Gresik telah mencetak baja tulangan beton tidak sesuai standar nasional Indonesia pada beberapa bulan terakhir, maka kini harus berurusan dengan petugas kepolisian, (13/7/15) untuk mempertanggungjawabkan perbuatanannya.

Dalam rilis yang disampaikan Dir Reskrimsus Polda Jatim Kombes Nur alim, PT RW Gresik ini melakukan pencetakan baja batangan beton tidak sesuai dengan SNI, dan itu melanggar UU Perindustrian dan UU Perlindungan Konsumen yang tuntutannya bisa lima tahun penjara.

Modus yang dilakukan PT RW Gresik itu dengan membuat dan atau mengedarkan barang perindustrian yang tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh SNI, jelas ini merugikan konsumen dan bisa juga melanggar perindustrian.

Dalam penangkapan saat pelaku mengeluarkan angkutan yang memuat barang barang tersebut, petugas bisa mngamankan barang bukti yang telah diproduksi dan hendak diedarkan ke masyarakat sebanyak 390 ton atau 38.528 batang beton.

Barang tersebut dapat dirinci sebagai berikut : 29 ton beton polos, berdiameter 12,9 mm Kd SNI.14. 32 ton beton ulir, diameter 9,2 mm Kd SNI.10. 38 ton beton ulir diameter 11.4 mm Kd SNI 13., 35 ton beton ulir diameter 10,4 mm Kd SNI 13., 23 ton beton ulir diameter 12,4 mm Kd,SNI 13., 133 ton beton ulir diameter 12,6 mm Kd SNI 13., 79 ton beton polos diaemeter 11,6 Kd SNI 12 dan 21 ton beton polos diameter 13,5 Kd SNI 14.

Menurut Kabid Humas Polda Kombes R.P. Argo, tindakan tersebut masih dalam penyelidikan dan bisa bertambah dan berkurang para tersangka, selain pimpinan PT RW Gresik itu. Karena dalam sebuah produksi bisa melibatkan beberapa personil produksi, tergantung dari pemeriksaan berikutnya. (Sudi)